@a Media

Beranda » Artikel Pendidikan » PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT

pengertian-pendidikanProses pembelajaran adalah suatu hal yang penting dalam sebuah pendidikan karena interaksi pembelajaran adalah kegiatan inti pembelajaran yang dapat menjadi sarana transfer keilmuan dari guru dengan siswa yang tersetruktur dan terencana, sehingga akan menjadikan siswa paham akan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Proses pembelajaran yang baik hendaknya guru sebagai penglola pembelajaran harus mampu menghidupkan suasana kelas yang nyaman dan menyenagkan serta mampu mengupayakan terbentuknya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. (Sagala, 2006:6), (Mulyasa, 2003:16), (Jogiyanto, 2006:2).

Kenyataan dalam pendidikan sekarang ini terdapat banyak masalah yang dihadapi pada saat proses pembelajaran. Salah satu masalah dari berbagai masalah yang terdapat dalam proses pemembelajaran adalah kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas sehingga menjadikan proses pembelajaran hanya berorientasi pada guru semata.

Berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara dengan guru mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Boyolali menunjukan bahwa tingkat keaktifan siswa pada saat pembelajaran Akuntansi sangat rendah yaitu sekitar 28.8 %, berarti dengan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa 70,2 % pembelajaran dikuasai oleh guru semata. Hal ini disebabkan karena kurangnya kemampuan guru dalam memilih setrategi pembelajaran serta kurangnya kemampuan guru memanfaatkan media pembalajaran. Dengan demikan maka harus diambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut, karena jika masalah keaktifan siswa tidak segera diatasi akan menyebabkan kurangnya pemahaman siswa akan materi yang diajarkan, dan siswa juga sulit untuk mengembangkan dirinya karena pelajaran hanya berorientasi pada guru saja, sehingga pada akhirnya akan menyebabkan jeleknya prestasi belajar siswa.

Melalui penelitian inovasi pembelajarn dan penelitian mendalam dalam kelas  seorang guru dapat mengidentifikasi masalah dan menetapkan masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, serta selanjutnya mengadakan tindakan perbaikan  terhadap masalah – masalah yang ada saat pembelajaran sehingga guru dapat menemukan solusi permasalahan dengan menerapkan tahap – tahap penelitian yang dilakukan di saat pelejaran. Setelah hal itu dilakuakan, guru dapat menyimpulkan dan mengefaluasi bagaimana hasil dari perbaikan yang dilakukan kemudian untuk menyempurnakan tindakan perbaikan yang dilakukan guru dapat melakukan penyempurnaan tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan sampai dengan masalah dalam kelas dapat teratasi dengan tuntas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: