@a Media

Beranda » Artikel Ekonomi » Perekonomian Indonesia

Perekonomian Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.984 pulau  dengan luas wilayah laut dan darat 5.193.250  serta dengan jumlah penduduk 237.641.326 jiwa (BPS 2011) merupakan modal yang besar untuk menjadikan Indonesia negara yang maju dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah. Dibalik kenyataan tersebut Indonesia kini dihadapkan dengan berbagai permasalahan ekonomi, sosial, politik, budaya dan agama yang tak kunjung menunjukan titik temu pemecahan masalah yang baik. Masalah paling utama yang dihadapi masyarakat Indonesia kini adalah masalah perekonomian untuk menopang kelangsungan hidup setiap individu masyarakat. Data rangkuman BPS dari tahun 2011 s.d 2015 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi RI terus menurun, dan hanya berhasil menembus 5,2 % pada kuartal IV 2016.

Persoalan yang tak kalah menarik adalah sebuah kenyataan bahwasanya dengan sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah banyak kebutuhan pangan dan lainya dalam negeri yang masih mengatungkan dari impor barang-barang dari luar negeri. Informasi terbaru menunjukkan bahwa Indonesia di tahun 2016 ini masih mengimpor garam sebanyak 95.263 ton dengan nilai US$ 3,7 juta dari : (1) Australia 94.345 ton senilai US$ 3,4 juta, (2) India 336 ton senilai US$ 19 ribu; (3) Selandia Baru 431 ton senilai US$ 175 ribu; (4) Inggris 49 ton senilai US$ 9.023; (5) Singapura 1,8 ton senilai US$ 8.443; dan negara lainnya 99,7 ton atau US$ 26.61. Impor kentang olahan pada bulan April lalu yang dimpor dari Jerman sebanyak 500 ton senilai US$ 195 ribu, Kanada 2.016 ton senilai US$ 1,07 juta, Inggris US$ 350 ton senilai US$ 286 ribu, dan Australia 203 ton senilai US$ 130 ribu.

Kemudian Bawang putih dan cabai adalah beberapa jenis pangan yang rutin dipasok dari negara lain ke Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas impor kedua jenis pangan ini masih terus berlanjut hingga sekarang. Impor bawang putih pada April 2016 mencapai 29.346 ton dengan nilai US$ 25,5 juta berasal dari China dengan volume 28.826 ton senilai US$ 25,1 juta, kemudian India dengan volume 519 ton senilai US$ 379 ribu. Cabai kering dengan total impor 48,3 ton dan nilai US$ 41.088 dipasok oleh Malaysia dengan volume 17,6 ton senilai US$ 21.120 dan Vietnam dengan volume 30,7 ton senilai US$ 19.968. Bahkan singkong menurut (BPS) pada April 2016 volumenya mencapai 6.051 ton, senilai US$ 997.760. yang berasal dari Vietnam. Selain itu, Indonesia juga mengimpor kelapa sebanyak 54,4 ton dengan nilai US$ 59 ribu. Secara keseluruhan Indonesia kini sudah bergantung impor kepada 40 negara untuk memenuhi 29 komoditas pangan pokok, termasuk gandum, produk serelia dari daerah sub tropis yang kini telah menjadi kebutuhan pokok pula.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: